ODGJ atau Orang Dengan Gangguan Jiwa sering kali menjadi topik yang disalahpahami rajamahjong login di masyarakat. Banyak mitos dan anggapan keliru yang beredar, membuat stigma negatif terhadap mereka semakin kuat. Padahal, memahami kondisi ODGJ dengan benar bisa membuka pintu empati dan dukungan bagi mereka. Berikut tiga anggapan keliru yang paling umum tentang ODGJ.
1. ODGJ Selalu Berbahaya bagi Orang Lain
Salah satu kesalahpahaman terbesar adalah percaya bahwa semua slot ODGJ berpotensi melakukan kekerasan atau membahayakan masyarakat. Faktanya, sebagian besar ODGJ tidak menunjukkan perilaku agresif. Mereka lebih rentan menjadi korban daripada pelaku kekerasan. Banyak kasus menunjukkan ODGJ justru membutuhkan lingkungan aman dan dukungan psikososial untuk bisa pulih. Dengan pendidikan dan pemahaman yang tepat, masyarakat bisa mengurangi stigma dan menciptakan ruang aman bagi ODGJ.
2. ODGJ Tidak Bisa Produktif atau Mandiri
Banyak orang mengira ODGJ tidak mampu bekerja atau berkontribusi dalam kehidupan sosial. Anggapan ini salah besar. Dengan dukungan yang tepat, seperti terapi, pelatihan keterampilan, atau pekerjaan yang fleksibel, ODGJ bisa tetap produktif. Bahkan beberapa ODGJ berhasil membuka usaha, berkarya dalam seni, atau bekerja di sektor inklusif. Kuncinya adalah memahami kemampuan dan kebutuhan mereka, bukan menilai berdasarkan stigma. Dengan dukungan lingkungan yang positif, mereka bisa mandiri dan berpartisipasi aktif di masyarakat.
3. ODGJ Tidak Bisa Sembuh atau Membaik
Masyarakat sering menganggap bahwa gangguan jiwa adalah kondisi permanen yang tidak bisa disembuhkan. Padahal, banyak ODGJ yang bisa mengalami perbaikan signifikan dengan pengobatan, terapi psikologis, dan dukungan keluarga maupun komunitas. Pemulihan tidak selalu berarti “sembuh total”, tapi bisa berupa kemampuan mengelola gejala dan menjalani hidup yang lebih baik. Kesadaran ini penting agar kita tidak menyerah pada stigma, tetapi fokus pada cara-cara membantu mereka berkembang.
Kesimpulan
Mitos dan anggapan keliru tentang ODGJ sering kali muncul karena kurangnya edukasi dan pengalaman langsung. Stereotip negatif hanya menambah isolasi dan kesulitan yang mereka hadapi. Memahami fakta, memberikan dukungan, dan memperlakukan ODGJ dengan hormat adalah langkah pertama untuk membangun masyarakat yang inklusif. Setiap orang berhak untuk mendapatkan kesempatan hidup yang bermartabat, termasuk mereka yang mengalami gangguan jiwa.